Kamis, 12 Mei 2016

Uci dan Godi



 Terbit di Majalah Bobo, Februari 2015

Uci kucing tampak murung.Sudah seminggu dia menempati sebuah rumah mewah,tapi kenapa Godi dan Kiko enggan bersahabat dengannya.
 ”Apa karena aku ditemukan di tempat sampah? sehingga mereka jijik dan geli melihatku,” bathin Uci.
            ”Aku bantu geser,ya,” ucap Uci,hendak menolong Godi membawa mangkuk minumnya,tapi untuk kesekian kalinya dia tak mendapatkan sikap ramah. Kiko ikan Koki pun sama tak mau menegurnya.
            “Ah,mungkin aku belum terbiasa dengan keadaan di sini.Apa salahnya jika dicoba terus,mungkin mereka akan berubah ,” gumamnya menghibur diri.
            “Ayo,puss..puss..dimakan!” Nyonya Siena datang,dia membawa semangkuk ikan segar.Uci yang sedari tadi melamun langsung berhambur ke arah tuan rumah.Nyonya Siena sangatlah baik dan bertanggung jawab,tak pernah dia membiarkan penghuni-penghuni di sini kelaparan.
            “Kiko, lihat! ada yang lagi makan enak,maklum di tempatnya yang dulu tak pernah merasakan itu,”ejek Godi,sambil mengarahkan tangannya ke arah Uci.
            Kiko yang berada di dalam aquarium tersenyum mengejek,kemudian keduanya kompak terbahak-bahak menertawakan Uci.Dengan sekuat tenaga Uci menahan tangis,tapi ejekan mereka sangat menyakitkan.Akhirnya dia pun berlari ke belakang.
            Hari mulai gelap,Nyonya Siena belum pulang dari berbelanja.Dengan langkah  pasti Uci berjalan meninggalkan rumah tersebut,hidup di luar jauh lebih bagus pikirnya.
            Sementara malam terus berjalan ,Godi sedikitpun tak bisa tidur.Tampaknya tikus-tikus sangat gembira,suaranya gaduh,sepanjang malam mereka berpesta.”Gukk..gukk!” teriaknya,tapi sekelompok tikus-tikus tersebut hanya tertawa geli melihat ulah Godi. Badan Godi yang gemuk,membuatnya tak bisa berlari kencang untuk menangkap mereka.
Godi tiba-tiba teringat Uci.Bagaimana tikus-tikus tersebut lari terbirit-birit dikejar Uci,sehingga tak ada yang berani mendekat.Rumahpun aman,pantaslah Nyonya Siena sangat perhatian dengan Uci.
Penyesalan selalu datang terlambat.Gara-gara iri, takutnya kasih sayang nyonya Siena akan berkurang kepadanya,Godi pun setiap hari mengganggu Uci. “Maafkan aku,Ci,”ucapnya sedih.
“Aku berjanji akan menjadi sahabat baikmu,pulanglah,Ci!” ratap Godi.
Empat hari berselang,tampak nyonya Siena datang dengan wajah berseri-seri.Dia membuka dus mie yang telah di lubangi untuk sirkulasi udara.Godi tampak terperangah melihat siapa yang keluar dari dalam dus tersebut.”Uciiii... !” teriaknya gembira.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bertualang Bersama Robot

Penulis  : Liza Erfiana Editor  : D. Kurniawan Ilustrator  : Alvin Adhi Cetakan Pertama  : Januari 2019 Penerbit  : Tiga Ananda H...